Sang Pemalas

Dipagi hari yang cerah,burung-burung yang berkicau mengiringi kami berangkat sekolah,semangat yang melekat ditubuh untuk mencari ilmu.Kami duduk dikelas 8.Sperti hari yang sebelumnya tugas piket untuk melaksanakan tugasnya.
“Hari ini kamu yang piket,Kamu sudah piket apa belum?”tanya Aisyah.
“Tidak usah piket segala Riz,biar si Bella yang piket semuanya.Diakan rajin kalau urusan yang kaya gituan,”jawab Rafa enteng.
Zahra yang duduk dekat Riski dan Rafa mendengar pembicaraan mereka.
“Kalian kenapa ga piket hari ini,ga takut dimarahin guru Bk apa?sebentar lagi guru Bk akan mengontrol kebersihan kelas.Kalian harus piket “Zahra menasehati mereka dengan lembut.
“Masalah itu gampang Ra,tinggal nyuruh si Bella untuk bersihin yang di depan kelas aja,ngga usah didalamnya kan ngga kelihatan sama guru BK.Iyakan Riz?”kata Rafa.
“Bener tuh kata Rafa kita sekolah jangan terlalu pusing Ra,Tinggal kita suruh saja teman yang baik.Hehehehe….”Rizki tertawa yang disambut oleh Rafa.
“Haduh kalian ini gimana nasib bangsa kita kelak kalau kita sebagai generasi muda yang nanti akan menggantikan orang tua kita,,malah bersikap semaunya seperti ini.Sekolah malas-malasan gimana nantinya ?”kata Zahra.
“Zahra..Zahra kamu malah ceramah udah ah kita mau keluar dulu mumpung bel masuk masih lama.”Riski dan Rafa meninggalkannya.
Zahra pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku mereka.
Bel masuk berbunyi ini waktunya Bu BK keliling masuk ke semua kelas memastikan semuanya bersih.Riski dan Rafa yang duduk di deretan bangku sebelah kanan paling belakang tampak gugup berkali-kali mereka melihat keluar.Namun batang hidung Bella tak muncul-muncul juga.Akhirnya guru BK memasuki ruangan kelas .
“Assalamualaikum anak-anak.”salam guru BK.
“Waalaikumsalam,Bu.”jawab semua siswa yang ada dikelas.
“Baik anak-anak.Ibu mau tanya siapa yang piket hari ini?”Tanya guru BK.
“Rizki dan Rafa,Bu”jawab semua siswa.Semua siswa pun menunjuk keberadaan Rizki dan Rafa.Mereka hanya bisa menunduk.
“Kenapa kalian ga piket?”Tanya guru BK.
“Itu Bu,tadi nunggu Bella datang eh ternyata ngga datang,jadi ga piket kelas deh.”jawab Rizki.
“Hmmm bilang aja kamu malas piket Riz,hahaha…”kata Syakir.
“Kok kamu tau sih,jangan-jangan kamu ngintip yah hahaha…”kata Rizki sambil tertawa dan disambut dengan teman teman yang lain.
“Udah tenang semua,kalian itu harus disiplin,rajin,patuh kepada semua guru,dan berbakti kepada kedua orang tua.Dan yang paling penting adalah kalian harus menjaga kebersihan agar guru dan teman-teman nyaman pada saat jam pelajaran berlangsung.”saran bu BK.
Semua siswa mendengarkan penjelasan dari guru BK,namun Rizki dan Rafa hanya menunduk diam.”Ayo sekarang kalian membersihkan halaman depan kelas.”suruh bu BK.Rizki dan Rafa keluar untuk membersihkan halaman depan kelas yang diikuti oleh guru BK.”Riz itu ada sampah ,ambil tuh sampahnya .”kata Rafa.”ok”jawab Rafa.Guru BK pun menginggalkan mereka berdua yang sedang melakukan tugasnya .Namun terlihat raut wajah guru BK bahwa beliau kecewa karena siswa-siswinya masih ada yang yang tidak menaati peraturan sekolah,tapi beliau akan berusaha mendidik siswa-siswinya menjadi anak yang bertanggung jawab.
Oleh Fitria Ramadhani
