Editorial

Generasi Milenial Mengisi Kemerdekaan di Dunia Maya

Kehidupan manusia selalu bergerak dinamis dan heterogen sesuai dengan perkembangan zaman yang dialami. Kini abad ke 21 masuk pada zaman atau era generasi milenial. Mereka adalah barisan pemuda yang kritis, berpikiran terbuka,mudah beradaptasi dam mudah menerima perubahan.Generasi yang lahir di era kecangggihan teknologi menjadikan mereka mahir merngoprasikan sekaligus menyelami dunia teknologi,salah satunya adalah dunia maya.

Seperti yang telah kita ketahui,kehidupan di dunia maya lebih banyak di huni oleh generasi Y atau generasi milenial.Second life atau dunia maya yang didalammnya terdapat berbagai macam informasi berbaur menjadi satu.Entah itu informasi positif atau informasi negatif.Tidak jarang,informasi yang mengandung konten ujaran kebencian,provokatif,radikalisme,komunis,yang mengarah pada kehancuran persatuan umat,jumlahnya lebih banyak dan lebih viral dibandingkan informasi yang mengandung konten positif.Penyesatan-penyesatan di dunia maya inilah yang sejatinya dapat mengganggu kenyamanan dan perdamaian hidup bernegara.Oleh karena itu semua informasi harus mampu dikendalikan oleh semua pihak,khususnya kawula milenial.

Kemerdekaan Indonesia yang sudah menginjak usia ke 74 tahun,menjadi estafet tanggung jawab generasi milenial.Tentu dengan cara yang arif dan bijak.Jika para pahlawan bangsa dahulu kala berperang menggunakan bedil dan bambu runcing,barang tentu generasi milenial harus berperang menggunakan pena dan komputer.Memang,peperangan secara fisik tidak lagi terjadi di negeri ini,tetapi perang ideologi masing mengancam kerangka dasar negara Indobesia.Banyak sekali warta-warta di dunia maya yang memuat ideologi yang berbahaya bila dikonsumsi generasi milenial tanpa filter kebangsaan yang kuat.Apalagi bebrapa oknum yang memiliki ideologi yang berbahaya seperti komunis,radikalis,yang tidak sesuai dengan nilai dasar negara Indonesia memanfaatkan internet untuk mendegradasikan jiwa nasionalisme yang bersarang di dunia maya,tempat generasi milenial bersarang.

Oleh:Mutiya Winakhyu (VIIID)

Tinggalkan komentar