
Literasi digital
Kalau dahulu orang memberikan istilah literasi sebagai “melek huruf”,namun terminologi tersebut kini lebih meluas dan berkembang seiring dengan tuntunan teknologi yang mengiringinya.Dahulu orang disebut buta huruf bila belum sampai pada tahap membaca dan menulis.Tetapi kini istilah “buta huruf milenial”adalah kondisi gagap teknologi (gaptek) alias minus literasi digital.
Literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat saat ini.Sebab kemajuan teknologi yang tidak diimangi oleh kecerdasan dalam menggunakaan perangkan teknologi modern,niscaya akan akan memberikan dampak buruk bagi peradaban manusia.Dalam literasi digital itu bukan hanya sekedar mencari,menggunakan dan menyebarkan informasi akan tetapi,diperlukan kemampuan dalam membuat informasi dan evaluasi kritis,ketepatan aplikasi yang digunakan dan pemahaman mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut.Disisi lain literassi digital mencangkup tanggung jawab dari setiap penyebaran informasi yang dilakukan karena menyangkut dampaknya terhadap masyarakat.
Untuk indonesia kebutuhan mendorong literasi sosial sudah sangat mendesak,mengingat bahwa penduduk yang bergerak “bermigrasi ke dunia maya”sudah sangat kolosal.Survai yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) itu bisa dimisalkan seperti mengungkapkan bahwa lebih dari setengah penduduk indonesia kini telah terhubung ke internet.Hal tersebut menuntut peran masyarakat untuk lebih cerdas memilih dan memilah informasi yang baik dan tepat untuk digunakan atau dimanfaatkan,disinilah literasi digital penting dipahami dan diperlukan pembelajaran yang strategis untuk pengembangan pendidikan bidang ini di era cyber.
Literasi digital tidak semata-mata penguasaan teknologi komputer dan ketrampilan penggunaan internet belaka yang berkonotasi menjadikan manusia sebagai sosok robotic belaka,melainkan lebih luas dari pada itu yakni memadupadankan “literasi”dan “digital”.
Guna meningkatkan literasi digital masyarakat,ada delapan elemen penting (AJ.Bellshaw 2011), yakmi elemen kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, kepercayaan diri, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab secara sosial. Artinya diperlukan pendekatan multi dimensi dalam proses pembelajaran masyarakat agar terdidik secara digital,melek teknologi sekaligus cerdas,kreatif dan berbudaya .Ditengah sebaran informasi di media digital,maka kemampuan literasi digital menjadi sesuatu yang strategis.
Kemampuan mencari sumber informsi yang bisa dipertanggung jawabkan,menjadi krusial ditengah percepatan teknologi digital saat ini.Kata kuncinya adalah kembali kepada pendidikan berkualitas,kurikulum yang tepat disekolah-sekolah dan juga edukasi menyeluruh yang harus dilakukan oleh segenap komponen bangsa untuk indonesia yang lebih baik.
Sumber:
Oleh:Mutiya Winakhyu (VIIID)
